▪︎ELEMEN SUARA PERKUTUT DAN NILAINYA :
Perhimpunan Pelestari Perkutut Seluruh Indonesia (P3SI) telah merumuskan lima kriteria pokok penilaian suara perkutut,Yaitu :
- Suara Depan (Angkatan) .
- Suara Tengah (Ketukan) .
- Suara Ujung (Kung) .
- Irama (Lagu) .
- Dan Air Suara (Dasar/Kualitas Suara) .
▪︎Skor maksimal untuk masing-masing kriteria adalah 9 point .
Sehingga poin tertinggi yang dapat diraih adalah 45 point .
▪︎Kriteria ini sebenarnya tidak berubah dari awal diciptakan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII,Yang berubah hanyalah selera pasar penggemar perkutut .
▪︎Dewan Juri dalam konkurs perkutut merupakan orang-orang yang sangat memahami suaraperkutut,Memiliki integritas tinggi dan berpengalaman mengandalkan sensitivitas indera telinga semata,Khususnya dalam penilaian kualitas suara .
▪︎Elemen Suara Perkutut Dimaksud :
▪︎I . Suara Depan Atau Angkatan :
- Hoor, Hoo, Koor, Euo, Eung
Sering disebut suara depan yang datar atau ndorong .
-Klau, Kwau, Hau, Kliiu, Wau Weo Disebut Angkatan/Membat/Narik/Nglempar .
- Suara depan panjang mengalun atau menjerit seperti melempar KlaO KleO WeO WeO Suara burung perkutut tersebut termasuk mempunyai kategori baik dan nilainya sangat tinggi .
▪︎Nilai Dan Angkatan :
3 . Ur, Wer, Ok, Wek, Kur .
4 . Klar, War, Hor, Klir, Wir .
5 . Klaar, Waar, Haar, Kliuor, Aur, Aer, Weer,
Kleer, Kle, We, Klo, Kla Wo, Wa, OO .
6 . Wee, Klee, Klaa, A E, A O .
7 . We O, Wa O, Kle O, Kla O .
8 . Wee O, Waa O, Klee O, Klaa O .
▪︎II . Suara Tengah Atau Ke-tek :
– ke – tek (Satu Kata) terdiri dari 2 ketukan .
– ke – te – ke / ke – tek – tek (Sari ke-tek) 1,5 Kata terdiri 3 ketukan .
– ke – te – pe – tek (Double) 2 suku kata .
– ke – tek – teng – te – pe (Double Plus/Sari Double) 2,5 suku kata
Ke tek suara tengah harus jelas tidak terdengar Huruf R terkesan suara tersebut terpotong-potong (Wilahan/Senggang) mempunyai jarak spasi yang jelas/teratur misalnya (ke-te-te, ke-te-pek, ke-pe-tek, te-te-te-te) Panjang pendek suara tengah tidak mutlak : Wilahan/Senggang : Tebal Senggang, Tebal Rapat, Tipis Senggang, Tipis Rapat .
Nilai Dan Ketek :
– 2 . Cowong/Kosong
– 3 . Tek
– 4 . Te, Re Ke Te
– 5 . Keteke, Ketek, Keteke
– 6 . Ke - Tek, Ke-Tek
– 7 . Ke - Te, Ke - Te - Peng
▪︎III. Suara Ujung Atau Kung :
– Kok, Khuk, Koo, Khoo (Disebut Ujung Arum/Basah) .
– Koong, Khooong, Khuuung (Disebut Ujung Ngayun/Nggandul) .
– Kwooong, Klieuuung, Twooong Disebut Ujung Mengalun/Cekung (payung) .
Suara yang menggaung panjang mantap dengan nada menurun semakin panjang kuung dan dlosor seamakin baik .
▪︎Nilai Dan Ujung/Dawah :
– 3 . Kuk, Pek, Bek (Patah)
– 4 . Klik, Klak, Kwak (Nongklak) 4,5. Ko .
– 5 . Koo, Koong (Kotor, Kasar) .
– 6 . Koong (Cowong, Arum, Angin) .
– 7 . Koong (Berat, Bersih) .
– 8 . Koong (Sembelih Cekung) .
▪︎IV. Kualitas Air Suara :
Suara Perkutut yang powerfull keras tebal lantang nyaring suaranya terdengar jelas tidakada Konsonan R atau K bersih ibaratnya seperti Ombak Bedah Karang dan nadanya stabiltidak naik turun .
Maka suara burung perkutut ini dalam penilaian kualitas air suaranya tinggi .
▪︎V. Irama Lagu :
Irama lagu yang di maksud disini adalah keserasian antara suara depan suara tengah dan suara belakang,semakin serasi iramanya semakin lues dalam pembagian ritme irama yangsangat indah dan enak di dengar hingga rasanya ingin mendengar dan mendengar suaranya lagi .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar